Pages

Thursday, April 30, 2026

First Time Naik Gajayana Luxury

Habis lebaran kemarin, saya terpaksa beli tiket kereta Gajayana Luxury karena tiket kereta yang lain sudah pada habis (belinya mendadak H-1), dan ada jadwal saya harus naik pesawat di Bandara CGK jam 05:25. Saya naik Gayajana dari Stasiun Kediri jam 17:09, dan turun di Stasiun Gambir 03:05. Harga tiketnya lumayan mahal, sekitar 1,9 juta. Dari serangkaian kereta Gajayana, gerbong luxury cuma satu dan posisinya paling belakang, padahal saya ada barang bawaan duffle bag lumayan berat (harusnya pakai jasa porter). Sampai di depan pintu gerbong, saya disambut oleh seorang prami (sebutan pramugari kereta), dan dia bantu bawa barang bawaan saya masuk ke kereta.

Susunan kursi di gerbong ini 1-2. Kursinya besar sekali, bisa rebahan maksimal dari kepala sampai kaki. Disediakan selimut dan sleep mask (penutup mata tidur) pula. Tiap kursi dilengkapi layar dan headset untuk hiburan. Ada juga lampu baca di samping kursi. Pas baru duduk, prami datang menawarkan welcome drink dan makan malam. Setelah makan malam, prami datang lagi untuk menawarkan minuman hangat. Sebelum sampai di stasiun tujuan, penumpang dibangunkan dan ditawari handuk basah hangat supaya segar setelah perjalanan jauh.

Overall antara harga dan experience yang didapat lumayan sepadan. Sebetulnya ada satu lagi benefit tiket luxury yaitu bisa menunggu kereta di lounge eksklusif, tapi sayangnya Stasiun Kediri belum ada lounge khusus untuk itu.

Saturday, April 25, 2026

Pengalaman Mobilisasi Balikpapan-Purwokerto

Awal Maret kemarin, saya rencana mau bawa pulang mobil saya yang sudah selesai masa sewanya dari Balikpapan ke Purwokerto. Sementara itu, saya sudah dibelikan tiket pesawat pulang mudik H-4 lebaran. Karena sudah ada tiket pesawat, saya tidak bisa bawa mobil sendiri naik kapal feri, jadi saya titipkan mobil itu ke jasa ekspedisi. Kebetulan, saya ada kerabat yang sudah lama menetap di Balikpapan, jadi saya tanya-tanya ke beliau rekomendasi jasa ekspedisi yang bisa kirim mobil ke Jawa. Beliau menyarankan buat kirim mobil itu ke agen tiket kapal CV Arazka.

Saya hubungi agen tiket kapal tersebut, dia pasang tarif 3,2 juta dari Balikpapan ke Surabaya. Setelah deal, saya bawa mobil saya ke kantornya yang ternyata cukup dekat dengan Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Mobil saya kemudian diangkut menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Semayang menuju Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya sekitar H-7 Lebaran. Perjalanan kapal feri dari Balikpapan ke Surabaya makan waktu sekitar 1,5 hari. Setibanya di Surabaya, mobil saya diambil oleh orangtua saya. Selanjutnya pas H-4 lebaran, saya tiba di Bandara YIA, Kulonprogo, dan dijemput oleh orangtua saya naik mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Purwokerto.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengirimkan mobil melalui jasa ekspedisi antara lain kelengkapan dokumen seperti STNK, foto KTP pengirim dan penerima, serta surat jalan. Pastikan tidak ada barang berharga di dalam mobil apabila kita tidak mengendarainya sendiri. Dan disarankan untuk ambil foto kondisi fisik mobil dari berbagai sisi, supaya bisa cek kondisi mobil sebelum dan sesudah proses pengiriman.