Pantai Kartini terletak di Jepara, Jawa Tengah. Nama pantai ini diambil dari nama pejuang emansipasi wanita, RA Kartini. Di tepi pantai juga terdapat deretan huruf 3D yang cukup besar, dan membentuk kata "PANTAI KARTINI", seolah-olah menegaskan kembali nama pantai ini.
Di tepi pantai banyak orang berjualan. Ada penjual makanan, dan ada pula penjual minuman. Ada orang menjual kaos yang bertuliskan "I love Jepara" dengan ukuran anak-anak maupun dewasa. Ada orang menjual ikan-ikan yang telah diawetkan. Wisatawan yang berada di kawasan ini juga tak kalah banyak. Ada wisatawan domestik, dan ada pula wisatawan mancanegara.
Di kawasan Pantai Kartini terdapat bangunan besar menyerupai penyu, dengan kepala yang mendongak ke atas. Pintu masuk bangunan ini menembus leher "penyu". Bila dilihat dari jauh, orang-orang seperti masuk ke dalam rongga pencernaan "penyu". Karena unik, bangunan ini sering dijadikan objek foto oleh wisatawan. Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Panjang. Transportasi yang mengantar wisatawan dari Pantai Kartini hingga Pulau Panjang adalah perahu diesel. Per orang dikenai biaya 15 ribu rupiah untuk PP Pantai Kartini-Pulau Panjang. Perjalanan Pantai Kartini-Pulau Panjang dapat ditempuh sekitar 15 sampai 20 menit. Pulau Panjang memiliki pasir pantai berwarna putih. Air lautnya terlihat bersih dan jernih. Ombaknya tidak besar sehingga anak-anak aman bila bermain di pantai. Kawasan Pulau Panjang bisa dibilang sejuk, teduh, banyak pohon perindang. Tak sia-sia rasanya bila wisatawan datang kemari.
Mungkin mayoritas dari kalian sudah tidak asing lagi dengan "mie setan". Atau mungkin di tempat lain namanya bukan mie setan, tapi "mie iblis". Mie setan atau mie iblis sama saja, sama-sama tidak banyak gizinya. Namun yang membedakan antara mie setan dengan mie yang lain adalah bumbunya. Ada apa dengan bumbunya? Inilah yang membuatku penasaran.
Setelah sholat Tarawih, aku bersama ayah dan adikku pergi ke sebuah kedai mie setan. Kedai tersebut berada di Jalan Erlangga 4 Kediri. Di depan kedai terpampang tulisan yang cukup besar dan jelas: "Mie Setan SADIS". Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sadis artinya tidak mengenal belas kasih.
Di meja kasir, aku memesan dua porsi mie setan level 1, satu porsi mie setan level 2, es zombie, dan es sotan. Satu porsi mie setan dihargai 10 ribu rupiah, dan minumannya dihargai 7 ribu rupiah. Di daftar menu dijelaskan bahwa tingkat kepedasan mie setan level 1 setara dengan 12 cabe, level 2 setara 24 cabe, dan seterusnya hingga level 5 = 60 cabe.
Setelah menunggu beberapa saat, makanan dan minuman yang dipesan telah tiba. Mie setan tampak seperti mie spaghetti, namun dilengkapi dengan siomay ayam, daging burger sapi, pangsit, sawi, dan bawang goreng. Dan yang menjadi ciri khas mie setan adalah bumbunya yang berupa cabe yang sudah dihaluskan. Potongan kecil-kecil cabe mewarnai setiap sudut mie. Rasanya? Pedas. Bibir, lidah, hingga kerongkongan terasa perih dan panas. Sungguh layak mie setan ini diberi nama "Sadis", benar-benar tak ada belas kasihan.
Penampakan mie setan level 1 yang sudah dilahap setengah
Bagaimana dengan minumannya? Aku hanya mencicipi es sotan. Bahan utama es sotan adalah susu kental manis dan Fanta stroberi. Ketika dihidangkan, susunya masih mengendap di dasar gelas. Setelah diaduk, Fanta yang tadinya merah berubah menjadi pink. Rasanya manis dan menyegarkan.
Finally, minggu lalu aku berhasil menyelesaikan Silent Hill: Homecoming. Game horor ini pertama kali aku mainkan ketika masih SMA. Namun belum sampai selesai, aku berhenti. Ketika memasuki tahun kedua perkuliahan, aku kembali bermain game ini, mulai dari awal.
Karakter utama dalam game ini adalah Alex Shepherd, seorang tentara yang pulang setelah perang. Ketika sampai di rumah, Alex hanya bertemu dengan ibunya, sedangkan ayah dan adiknya hilang. Tak hanya itu, seisi kota ternyata juga hilang. Maka dimulailah petualangan Alex dalam mengungkap apa yang menimpa kotanya, termasuk adiknya, Joshua.
Satu persatu misteri mulai terungkap. Petunjuk-petunjuk yang ada, mengantarkan Alex ke kota yang bernama Silent Hill. Di kota itulah Alex menemukan ayah dan adiknya.
Dalam game ini, Alex harus menghadapi bermacam-macam makhluk aneh. Ada suster yang jalannya pincang sambil bawa pisau, tapi dia tidak akan menyerang kalau Alex tidak menyalakan senter dan tidak berisik. Ada anjing tanpa kulit yang mudah sekali dibunuh dengan pisau. Ada tonggeret yang bisa menghisap darah. Dan masih banyak lagi: Lurker, Smog, Needler, Schism, Siam, Order Member, Sepulcher, Scarlet, Asphyxia, Amnion.
Boss pertama: Sepulcher
Meski musuhnya banyak, namun senjata yang bisa ditemukan di sepanjang perjalanan juga bermacam-macam. Ada pisau, pipa, kapak, linggis, pistol, shotgun, dan rifle.
Teka-teki yang harus dipecahkan juga ada dan bermacam-macam. Ada puzzle yang mudah hingga yang paling susah. Tips: baca dan pahami setiap tulisan yang ditemukan di lokasi tertentu.
Silent Hill: Homecoming benar-benar sangat menegangkan. Aku pernah bermain game ini sampai keluar keringat dingin, merinding, atau kaget. Suara mengerikan dari Lurker di jalanan kota Silent Hill membuatku was-was, waspada selalu. Salah satu yang menarik dari game ini adalah ending yang berbeda-beda, bergantung dari bagaimana respon Alex ketika berinteraksi dengan karakter lain dalam game.
Tahun ajaran baru semakin dekat. Mahasiswa baru akan datang dan mahasiswa lama akan pergi. Datangnya mahasiswa baru, membawa berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar kampus. Warteg selalu ramai, fotokopian selalu dikunjungi, dan kos selalu penuh. Perputaran uang yang cepat di sekitar kampus secara tidak langsung menimbulkan efek simbiosis mutualisme antara kampus dan masyarakat sekitar. Kondisi masyarakat sekitar kampus menjadi kondusif dan stabil, kecuali bila ada mahasiswa yang selalu ngutang di warteg.
Mayoritas mahasiswa adalah perantau. Dan mereka membutuhkan tempat tinggal sementara selama mereka kuliah. Ada banyak opsi tempat tinggal, seperti kos, kontrakan, apartemen, atau numpang di rumah saudara. Namun dalam memilih tempat tinggal, mahasiswa memiliki beberapa pertimbangan, antara lain:
Biaya sewa
Tempat tinggal murah merupakan dambaan setiap orang, termasuk mahasiswa. Namun perlu diingat, besarnya biaya sewa berbanding lurus dengan fasilitas. Kos mahal memiliki fasilitas seperti kamar mandi dalam, kasur included, ber-AC, luas, dll. Kos murah hanya seadanya saja, mungkin luasnya 3x3 meter, kosongan (tidak ada kasur dan lemari), dll.
Jarak
Dekat dengan kampus menjadi keuntungan tersendiri bagi mahasiswa. Uang transportasi bisa diminimalkan. Namun umumnya, semakin dekat suatu kos dengan kampus maka akan semakin mahal pula biaya sewanya, terlepas dari fasilitasnya yang mewah atau standar.
Fasilitas
Fasilitas mungkin kurang diprioritaskan, namun bukan berarti diabaikan. Ada mahasiswa yang memilih kos dengan fasilitas standar asal murah dan dekat kampus. Ada pula mahasiswa yang mencari kos dengan fasilitas mewah, menyesuaikan dengan gaya hidupnya. Mahasiswa normal mencari kos yang banyak fasilitas dan dekat kampus tapi murah.
Jangan diambil pusing semua pertimbangan di atas. Yang sulit justru bagaimana mahasiswa membuat diri mereka nyaman dengan tempat tinggalnya apapun kondisinya. Ketidaknyamanan tempat tinggal menjadi salah satu faktor mengapa mahasiswa menjadi nomaden selama kuliah. Oleh karena itu, kos yang nyaman adalah kos yang ideal. Bagaimana cara menemukan kos yang nyaman? Find it by yourself!