Habis lebaran kemarin, saya terpaksa beli tiket kereta Gajayana Luxury karena tiket kereta yang lain sudah pada habis (belinya mendadak H-1), dan ada jadwal saya harus naik pesawat di Bandara CGK jam 05:25. Saya naik Gayajana dari Stasiun Kediri jam 17:09, dan turun di Stasiun Gambir 03:05. Harga tiketnya lumayan mahal, sekitar 1,9 juta. Dari serangkaian kereta Gajayana, gerbong luxury cuma satu dan posisinya paling belakang, padahal saya ada barang bawaan duffle bag lumayan berat (harusnya pakai jasa porter). Sampai di depan pintu gerbong, saya disambut oleh seorang prami (sebutan pramugari kereta), dan dia bantu bawa barang bawaan saya masuk ke kereta.
Susunan kursi di gerbong ini 1-2. Kursinya besar sekali, bisa rebahan maksimal dari kepala sampai kaki. Disediakan selimut dan sleep mask (penutup mata tidur) pula. Tiap kursi dilengkapi layar dan headset untuk hiburan. Ada juga lampu baca di samping kursi. Pas baru duduk, prami datang menawarkan welcome drink dan makan malam. Setelah makan malam, prami datang lagi untuk menawarkan minuman hangat. Sebelum sampai di stasiun tujuan, penumpang dibangunkan dan ditawari handuk basah hangat supaya segar setelah perjalanan jauh.
Overall antara harga dan experience yang didapat lumayan sepadan. Sebetulnya ada satu lagi benefit tiket luxury yaitu bisa menunggu kereta di lounge eksklusif, tapi sayangnya Stasiun Kediri belum ada lounge khusus untuk itu.

No comments:
Post a Comment